Kamis, 07 Mei 2009

RUPA KRIYA KITA

Oleh: Habib Nasihin


Keberagaman karya seni belakangan ini mendapatkan sambutan yang lumayan hangat di masyarakat, apalagi pada karya seni yang bertajuk sosial kemasyarakatan. Demikian juga pada dunia kesenirupaan yang notabenya sangat luas cakupannya pun menjadi sorotan juga, dalam hal ini nuansa kekriyaan dikancah peredaran karya-karya rupa yang sangat ekstrim ternyata mampu memberikan sumbangsih tersendiri bagi eksistensi dunia seni rupa. Suatu karya kriya yang dahulunya merupakan perwujudan tradisi dari masyarakatnya namun sekarang telah di eksplor sedemikian rupa sehingga memunculkan karya-karya baru yang unik dan bernilai etika serta estetika tinggi. Karya rupa dari pekriya-pekriya kita dahulu sangat mengandalkan kepekaan rasa, teknis yang tinggi dalam garapannya, serta memuat kompleksitas dan intensitas yang luar biasa. Hal tersebut ternyata menjadi basic utama dalam penciptaan karya, mereka mendapatkan ide melalui kontemplasi atau perenungan bahkan juga sebuah tapa brata.
Suatu yang dianggap pakem merupakan bentuk rupa tersendiri dalam tindakan pekriya-pekriya untuk mempersembahkan karyanya kepada Sang Raja yang mereka yakini adalah Wakil Tuhan di bumi. Namun pada perkembangan zaman serta pola fikir yang semakin maju, hal tersebut menjadi batu loncatan ketika kriyawan atau seniman kriya akan membuat karya.
Ide yang muncul ketika seorang akan berkarya merupakan pijakan utama dalam menentukan konsep, teknis yang disertai luapan emosianal atau luapan jiwa ternyata turut andil dalam penciptaan karya, maka tidak jarang karya kriya kita sekarang terkesan lebih mengutamakan ekspresi jiwa dari penciptanya daripada mengedepankan pakem-pakem yang ada, meskipun dalam proses berkaryanya mereka tidak mengesampingkan poin-poin penting dalam suatu proses berkarya kriya yakni kompleksitas serta intensitas , karena hal itu telah menjadi basic dalam penciptaan karya kriya pada masa sekarang ini, dan hal tersebut merupakan suatu ciri utama pada sebuah karya kriya. Pada dasarnya pekriya-pekriya kita sekarang ini menmgembangkan basic yang diwariskan dari seniman kriya terdahulu dengan mengkombinasikan luapan jiwa dari dalam sebagai bentuk ekspresi dan memegang kuat konsep sebagi tindak lanjut dari penemuan ide atau gagasan. Serta perpaduan teknis yang bisa dikatakan teknis yang turun temurun dengan teknis yang lebih ekspresif. Hal tersebut terjadi karena dipengaruhi perkembangan zaman dan pola fikir dari senimannya.
Namun pada kenyataan belakangan ini masyarakat luas lebih mengetahui bahwasannya karya kriya merupakan karya-karya yang konsentrasinya lebih cenderung pada produk-produk kerajinan, memang tidak disangkal bahwasannya kriya sendiri merupakan sebuah kerajinan. Akan tetapi manusia dengan segala perkembangannya telah mampu mengkombinasikan basic-basic tersebut dengan pemikiran dan gagasan yang inovatif berikut tanpa meninggalkan basic kerajinan yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar