Oleh: Siti Khodijah/midori
Latar Belakang
Masyarakat Indonesia sudah membuat keramik pada saat jaman prasejarah dimana barang-barang keramik tersebut dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari misalnya sebagai wadah makanan dan minuman bahkan pelengkap sarana upacara peribadahan. Jenis dan bentuknya mengalami fase perubahan dari yang polos pada masa neolitikum, kemudian di jaman megalitikum menambahkan corok baik itu dengan teknik temple maupun toreh, dekorasinya berbentuk geometris,alami atau bentuk stilirisasi yang mengandung unsur keindahan serta terkadang memiliki nilai filosofis pada setiap bentuk garis yang diciptakan. Jenis keramiknya yaitu gerabah (tembikar) atau lebih dikenal dengan terakota. Penemuan- penemuan keramik sejarah manusia Indonesia ini di temukan di beberapa tempat di Indonesia yang di teliti oleh para arkeolog yang menandakan bahwa masyarakat Indonesia sudah menciptakan barang-barang jenis keramik sejak jaman dahulu kala.
Salah satu tempat di Indonesia yang paling banyak terdapat peninggalan jenis keramik terakota adalah pulau Bali. Ditemukan di beberapa daerah seperti pesisiran gilimanuk yang terdapat peninggalan terakota. Hal ini diketahui juga bahwa terakota sangat erat hubungannya dengan agama Hindu yang sampai saat ini mayoritas masyarakat Bali masih menganut ajaran agama Hindu. Tidak di Pungkiri bahwa kerajinan keramik memang sangat dibutuhkan sebagai sarana upacara umat Hindu untuk sembayangan selain sebagai pemenuhan kebutuhan kehidupan sehari-hari mereka.
Pulau Bali juga sangat terkenal akan panorama dan kesejukan alam yang masih alami dan Indah, selain itu pulau ini terkenal sebagai komoditi pariwisata di Indonesia terkenal didunia yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik itu domestic maupun Internasional. Jadi tidak diragukan lagi bahwa di Bali merupakan daerah yang berpotensi untuk mengenalkan pada dunia akan keanekaragaman kebudayaan serta kerajinan (kriya) yang dimiliki bangsa Indonesia.
Salah satu pusat pendidikan yang ada di penjuru Indonesia, dan saranan pendidikan formal Institut Seni Indonesia Denpasar memiliki program studi kriya seni dengan jurusan kriya keramik dan kriya kayu sebagai lembaga pendidikan formal dimana kebudayaan serta pelestarian sumber daya manusia tidak melupakan kegiatan kerajinan yang sudah dimiliki serta sudah menjadi budaya bahwa bangsa Indonesia memiliki kegiatan keahlian untuk mengolah sumber daya alam sebagai kebutuhan sehari-hari serta dapat menjadi sebuah media berkarya sebagai bentuk ekspresi berkesenian. Namun pada kenyataannya sebagian masyarakat berfikiran masih menganggap bahwa jurusan ini tidak memiliki potensi untuk bekal di masa depan, padahal kalau mau belajar serta mendalaminya secara serius kegiatan ini sangat memiliki banyak manfaat baik itu untuk keahlian pribadi dan pelestarian kebudayaan Indonesia.
Rumusan Masalah
Latar Belakang
Masyarakat Indonesia sudah membuat keramik pada saat jaman prasejarah dimana barang-barang keramik tersebut dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari misalnya sebagai wadah makanan dan minuman bahkan pelengkap sarana upacara peribadahan. Jenis dan bentuknya mengalami fase perubahan dari yang polos pada masa neolitikum, kemudian di jaman megalitikum menambahkan corok baik itu dengan teknik temple maupun toreh, dekorasinya berbentuk geometris,alami atau bentuk stilirisasi yang mengandung unsur keindahan serta terkadang memiliki nilai filosofis pada setiap bentuk garis yang diciptakan. Jenis keramiknya yaitu gerabah (tembikar) atau lebih dikenal dengan terakota. Penemuan- penemuan keramik sejarah manusia Indonesia ini di temukan di beberapa tempat di Indonesia yang di teliti oleh para arkeolog yang menandakan bahwa masyarakat Indonesia sudah menciptakan barang-barang jenis keramik sejak jaman dahulu kala.
Salah satu tempat di Indonesia yang paling banyak terdapat peninggalan jenis keramik terakota adalah pulau Bali. Ditemukan di beberapa daerah seperti pesisiran gilimanuk yang terdapat peninggalan terakota. Hal ini diketahui juga bahwa terakota sangat erat hubungannya dengan agama Hindu yang sampai saat ini mayoritas masyarakat Bali masih menganut ajaran agama Hindu. Tidak di Pungkiri bahwa kerajinan keramik memang sangat dibutuhkan sebagai sarana upacara umat Hindu untuk sembayangan selain sebagai pemenuhan kebutuhan kehidupan sehari-hari mereka.
Pulau Bali juga sangat terkenal akan panorama dan kesejukan alam yang masih alami dan Indah, selain itu pulau ini terkenal sebagai komoditi pariwisata di Indonesia terkenal didunia yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan baik itu domestic maupun Internasional. Jadi tidak diragukan lagi bahwa di Bali merupakan daerah yang berpotensi untuk mengenalkan pada dunia akan keanekaragaman kebudayaan serta kerajinan (kriya) yang dimiliki bangsa Indonesia.
Salah satu pusat pendidikan yang ada di penjuru Indonesia, dan saranan pendidikan formal Institut Seni Indonesia Denpasar memiliki program studi kriya seni dengan jurusan kriya keramik dan kriya kayu sebagai lembaga pendidikan formal dimana kebudayaan serta pelestarian sumber daya manusia tidak melupakan kegiatan kerajinan yang sudah dimiliki serta sudah menjadi budaya bahwa bangsa Indonesia memiliki kegiatan keahlian untuk mengolah sumber daya alam sebagai kebutuhan sehari-hari serta dapat menjadi sebuah media berkarya sebagai bentuk ekspresi berkesenian. Namun pada kenyataannya sebagian masyarakat berfikiran masih menganggap bahwa jurusan ini tidak memiliki potensi untuk bekal di masa depan, padahal kalau mau belajar serta mendalaminya secara serius kegiatan ini sangat memiliki banyak manfaat baik itu untuk keahlian pribadi dan pelestarian kebudayaan Indonesia.
Rumusan Masalah
- Bagaimana peranan kemampuan khususnya mahasiswa kriya seni keramik untuk kemajuan kriya seni keramik?
- Kegiatan apa saja yang dapat dilakukan sebagai wadah pengenalan dunia kriya keramik merupakan aset kebudayaan bangsa Indonesia?
Tujuan penulisan ini adalah Meningkatkan peran dan kemampuan daya kreatifitas berkesenian melalui media keramik
Mempromosikan kegiatan kriya yang merupakan sejarah bangsa bahwa Indonesia memiliki potensi yang belum tentu dimiliki bangsa lain.
Manfaat yang hendak dicapai adalah Mengenalkan lebih dekat kegiatan berkesenian (khususnya kriya keramik pada masyarakat luas khususnya wisatawan.
Melestarikan keanekaragaman kriya seni keramik yang merupakan aset kebudayaan Indonesia serta memberikan citra bangsa yang memiliki bermacam kretifitas dan keahlian.
Peranan mahasiswa khususnya jurusan keramik merupakan salah calon SDM pelestari kebudayaan yang memiliki skill (kemampuan) baik itu teori maupun praktek yang diajarkan serta didalami pada perkuliahannya. Hal ini membuat para mahasiswa dipacu untuk lebih kreatif dalam menghasilkan karya-karyanya, dimana selain mengembangkan ide dan jiwa berkeseniannya tapi juga dapat menunjukkan kepribadian serta ciri khas.
Secara tidak langsung sebagai bangsa Indonesia yang memiliki keahlian membuat tembikar ataupun terakota yang merupakan warisan keahlian budaya bangsa serta berbagai macam disain gambar dekorasi yang telah tercipta agar tidak hilang (punah) ataupun diakui hak cipta oleh bangsa lain secara sepihak yang sekarang marak terjadi. Hal tersebut memacu mahasiswa yang secara intelektual agar tetap mempertahankan serta melindungi dan melestarikannya. Disamping itu merupakan tantangan dimana mahasiswa dapat secara terinspiratif dan kreatif untuk mengembangkan desain ataupun teknik yang telah dimiliki untuk menambah daya kreatifitas dan ketrampilannya.
Disamping kegiatan perkuliahan dan tugas yang sudah menjadi kewajiban mahasiswa kriya seni keramik ISI Denpasar memiliki kegiatan yang dilakukan diluar sebagai wujud pelestarian serta pengenalan kerjinan keramik. Hal ini di dukung tempat dimana Bali merupakan daerah wisatawan yang terkenal.
Kegiatan-kegiatan tersebut dengan mengisi sebuah acara baik itu diadakan sendiri oleh mahasiswa HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) kriya keramik ataupun berkerjasama dengan instansi lain untuk memeriahkan acara. Baik itu berbentuk workshop ataupun pameran-pameran kerajinan keramik.
Kegiatan yang pernah diadakan berlangsung semenjak 2 (dua) tahun ini. Walaupun terhitung terlambat tetapi konsistensi acara demi acara semampu mungkin untuk diisi dengan memunculkan kegiatan yang membuat dunia kriya seni itu lebih dikenalkan pada masyarakat khususnya kriya keramik. Tempat-tempat sebagai sasaran awal program dari hmj meliputi kegiatan yang dilakukan didaerah-daerah wisata seperti yang pernah dilakukan di Ubud. Kegiatan ini mendapat respon yang sangat menarik dan mendapat sambutan serta mengenalakan bahwa bangsa Indonesia memiliki keahlian dalam dunia perkeramikan walaupun bentuknya masih tembikar. Peminat dan pengunjung saat itu kebanyakan wisatawan asing yang tengah berlibur. Partisipasi wisatawan ini tidah hanya dinikmati oleh orang dewasa saja tetapi anak-anak juga lebih antusias karena penyuguhan bentuk yang simple dan penuh warna menarik perhatian mereka. Kegiatan dengan konsep yang sama dilaksanakan di tempat-tempat wisata yang lain, seperti pantai kuta, sanur dan objek dengan konsep alam terbuka lainnya. Kenapa di adakan di alam terbuka, hal ini memberikan bahwa selain bahan baku keramik berupa tanah lempung yang terbuat dari alam para pembuatnya juga masih menikmati keunggulan panorama wisatanya sehingga wisatawan dapat memiliki sebuah kenangan yang berkesan serta hasil yang dibuatnya dapat menjadi barang cinderamata yang mereka buat sendiri.
Sebenarnya masih banyak inovasi yang masih harus di jalankan atau dikerjakan sebagai wadah promosi seperti: Pameran-pameran kriya keramik baik di dalam maupun luar daerah atau negeri dengan berkerjasama dengan institusi yang memiliki keahlian serta spesialisasi yang masih di bawah peng kriya seni. Adanya kegiatan mahasiswa yang mengabdi secara langsung pada masyarakat untuk menciptakan bentuk desain ataupun tenologi yang lebih bermanfaat bagi pengusaha kecil. Diadanya program dari sekolah-sekolah tingkat SD, SLTP, yang memiliki mata pelajaran kriya keramik untuk memberikan informasi bagi siswa-siswinya, karena biasanya para guru pengajar memilih bantuan tenaga pengajar yang memiliki dasar keahlian dan kesenian khususnya kriya keramik.
Banyak sekali program-program yang dapat dilakukan oleh mahasiswa, selain dari bentuk dedikasinya dalam bidang ilmu yang ditekuninya diharapkan setelah lulus mendapat keuntungan dengan banyaknya kolega yang dikenal sehingga dapat bekerjasama untuk mendapat pekerjaan baik berswasta maupun berwirausaha. Sehingga secara otomatis bahwa anggapan sarjana-sarjana seni khususnya kriya dapat berpoensi untuk melakukan usahanya. Dari lulusan jurusan keramik di Bali yang sekarang berwirausaha dan terus memberikan kontribusi keahliannya seperti Anak Agung Ketut Anom,alumnus Jurusan kriya seni keramik ini aktif memproduksi karya pada perusahaannya “cicak keramik”,dimana ciri khas keramiknya memiliki bentuk cicak, selain itu kini ia tengah menjadi salah satu wakil rakyat dalam dunia pemerintahan (DPRD) di Bali. I Wayan Putra Budiade, salah satu alumnus kriya keramik ini juga mempunyai studio keramik “Calu’x Ceramik” selain itu kini ia tengah disibukkan dengan staf pengajar disalah satu sekolah menegah senirupa. Ada banyak lagi lulusan-lulusan jurusan keramik yang memilih untuk berkerja di perusahaan dengan latarbelakang bidang keramik.
Peranan mahasiswa sebagai kaum akdemis yang membidangi dunia kekriyaan keramik diharapkan sudah mampu melakukan kegiatan yeng dapat mengembangkan dan melestarikan keahlian kreatifitas budaya bangsa.
Dengan adanya kegiatan mempromosikan seperti diadakan workshop pada beberapa kegiatan di tempat wisatawan memberikan dampak yang bagus untuk memajukan dunia kekeramikan Indonesia.
Mempromosikan kegiatan kriya yang merupakan sejarah bangsa bahwa Indonesia memiliki potensi yang belum tentu dimiliki bangsa lain.
Manfaat yang hendak dicapai adalah Mengenalkan lebih dekat kegiatan berkesenian (khususnya kriya keramik pada masyarakat luas khususnya wisatawan.
Melestarikan keanekaragaman kriya seni keramik yang merupakan aset kebudayaan Indonesia serta memberikan citra bangsa yang memiliki bermacam kretifitas dan keahlian.
Peranan mahasiswa khususnya jurusan keramik merupakan salah calon SDM pelestari kebudayaan yang memiliki skill (kemampuan) baik itu teori maupun praktek yang diajarkan serta didalami pada perkuliahannya. Hal ini membuat para mahasiswa dipacu untuk lebih kreatif dalam menghasilkan karya-karyanya, dimana selain mengembangkan ide dan jiwa berkeseniannya tapi juga dapat menunjukkan kepribadian serta ciri khas.
Secara tidak langsung sebagai bangsa Indonesia yang memiliki keahlian membuat tembikar ataupun terakota yang merupakan warisan keahlian budaya bangsa serta berbagai macam disain gambar dekorasi yang telah tercipta agar tidak hilang (punah) ataupun diakui hak cipta oleh bangsa lain secara sepihak yang sekarang marak terjadi. Hal tersebut memacu mahasiswa yang secara intelektual agar tetap mempertahankan serta melindungi dan melestarikannya. Disamping itu merupakan tantangan dimana mahasiswa dapat secara terinspiratif dan kreatif untuk mengembangkan desain ataupun teknik yang telah dimiliki untuk menambah daya kreatifitas dan ketrampilannya.
Disamping kegiatan perkuliahan dan tugas yang sudah menjadi kewajiban mahasiswa kriya seni keramik ISI Denpasar memiliki kegiatan yang dilakukan diluar sebagai wujud pelestarian serta pengenalan kerjinan keramik. Hal ini di dukung tempat dimana Bali merupakan daerah wisatawan yang terkenal.
Kegiatan-kegiatan tersebut dengan mengisi sebuah acara baik itu diadakan sendiri oleh mahasiswa HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) kriya keramik ataupun berkerjasama dengan instansi lain untuk memeriahkan acara. Baik itu berbentuk workshop ataupun pameran-pameran kerajinan keramik.
Kegiatan yang pernah diadakan berlangsung semenjak 2 (dua) tahun ini. Walaupun terhitung terlambat tetapi konsistensi acara demi acara semampu mungkin untuk diisi dengan memunculkan kegiatan yang membuat dunia kriya seni itu lebih dikenalkan pada masyarakat khususnya kriya keramik. Tempat-tempat sebagai sasaran awal program dari hmj meliputi kegiatan yang dilakukan didaerah-daerah wisata seperti yang pernah dilakukan di Ubud. Kegiatan ini mendapat respon yang sangat menarik dan mendapat sambutan serta mengenalakan bahwa bangsa Indonesia memiliki keahlian dalam dunia perkeramikan walaupun bentuknya masih tembikar. Peminat dan pengunjung saat itu kebanyakan wisatawan asing yang tengah berlibur. Partisipasi wisatawan ini tidah hanya dinikmati oleh orang dewasa saja tetapi anak-anak juga lebih antusias karena penyuguhan bentuk yang simple dan penuh warna menarik perhatian mereka. Kegiatan dengan konsep yang sama dilaksanakan di tempat-tempat wisata yang lain, seperti pantai kuta, sanur dan objek dengan konsep alam terbuka lainnya. Kenapa di adakan di alam terbuka, hal ini memberikan bahwa selain bahan baku keramik berupa tanah lempung yang terbuat dari alam para pembuatnya juga masih menikmati keunggulan panorama wisatanya sehingga wisatawan dapat memiliki sebuah kenangan yang berkesan serta hasil yang dibuatnya dapat menjadi barang cinderamata yang mereka buat sendiri.
Sebenarnya masih banyak inovasi yang masih harus di jalankan atau dikerjakan sebagai wadah promosi seperti: Pameran-pameran kriya keramik baik di dalam maupun luar daerah atau negeri dengan berkerjasama dengan institusi yang memiliki keahlian serta spesialisasi yang masih di bawah peng kriya seni. Adanya kegiatan mahasiswa yang mengabdi secara langsung pada masyarakat untuk menciptakan bentuk desain ataupun tenologi yang lebih bermanfaat bagi pengusaha kecil. Diadanya program dari sekolah-sekolah tingkat SD, SLTP, yang memiliki mata pelajaran kriya keramik untuk memberikan informasi bagi siswa-siswinya, karena biasanya para guru pengajar memilih bantuan tenaga pengajar yang memiliki dasar keahlian dan kesenian khususnya kriya keramik.
Banyak sekali program-program yang dapat dilakukan oleh mahasiswa, selain dari bentuk dedikasinya dalam bidang ilmu yang ditekuninya diharapkan setelah lulus mendapat keuntungan dengan banyaknya kolega yang dikenal sehingga dapat bekerjasama untuk mendapat pekerjaan baik berswasta maupun berwirausaha. Sehingga secara otomatis bahwa anggapan sarjana-sarjana seni khususnya kriya dapat berpoensi untuk melakukan usahanya. Dari lulusan jurusan keramik di Bali yang sekarang berwirausaha dan terus memberikan kontribusi keahliannya seperti Anak Agung Ketut Anom,alumnus Jurusan kriya seni keramik ini aktif memproduksi karya pada perusahaannya “cicak keramik”,dimana ciri khas keramiknya memiliki bentuk cicak, selain itu kini ia tengah menjadi salah satu wakil rakyat dalam dunia pemerintahan (DPRD) di Bali. I Wayan Putra Budiade, salah satu alumnus kriya keramik ini juga mempunyai studio keramik “Calu’x Ceramik” selain itu kini ia tengah disibukkan dengan staf pengajar disalah satu sekolah menegah senirupa. Ada banyak lagi lulusan-lulusan jurusan keramik yang memilih untuk berkerja di perusahaan dengan latarbelakang bidang keramik.
Peranan mahasiswa sebagai kaum akdemis yang membidangi dunia kekriyaan keramik diharapkan sudah mampu melakukan kegiatan yeng dapat mengembangkan dan melestarikan keahlian kreatifitas budaya bangsa.
Dengan adanya kegiatan mempromosikan seperti diadakan workshop pada beberapa kegiatan di tempat wisatawan memberikan dampak yang bagus untuk memajukan dunia kekeramikan Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar