Green garden improve art.
Sebuah praktik seni eksperimental
Meneruskan dan merespon kembali apa yang pernah digarap beberapa tahun lalu, yaitu sebuah kegiatan yang didalamnya adalah acara berkarya bersama yakni “green garden” . Berinteraksi satu sam lain bersama berbagi informasi, berbagi pengalaman saling mengisi dan akirnya terbentuk karya-karya eksperimental dengan mengisi ruang ruang terbuka plaza kriya FSR ISI Yogyakarta. Memanfaatkan ruang-ruang terbuka yang memang selama ini terasa kosong tanpa “isi”.
Berbeda dengan karya-karya konvensional yang biasa digeluti oleh teman-teman mahasiswa kriya isi yogyakarta, beberapa mahasiswa mencoba menuangkan gagasan dengan materi karya yang berbeda, yakni dengan materi karya eksperimental. Sekitar 20 karya instalasi eksperimental disuguhkan di ruang-ruang terbuka yang biasanya ruang tersebut tidak berfungsi aktif, dan hanya difungsikan sebagai ruang parkir yang terlihat membosankan. Namun setelah ruang-ruang tersebut digarap dengan diberi karya-karya instalasi , terasa ruang menjadi lebih hidup dan lebih interaktif, walaupun dengan material/bahan bahan temuan yang sederhana namun setelah diolah kreatif, bahan temuan yang biasanya tak berguna itu dapat menjadi karya-karya yang dapat merefresh pemikiran kita dari kejenuhan aktifitas konvensional birokratif.
Ide yang ditawarkanpun sangat beragam dan tanpa batasan yang mengekang keliaran ide, isu mengenai sampah visual digarap dengan cerdas oleh anto sukanto dan teman-teman dengan mengolah kreatif material spanduk yang lilitkan pada sebuah pohon besar serta merespon botol botol pada bagian bawah karyanya, teknik yang digunakan adalah dengan teknik tapestry dengan ukuran tingga skitar 5 meter. Komunitas “kandang sapi” mengolah materi logam/metal dalam karyanya. Sebuah drum dengan sepeda yang menembus tong tersebut , sebuah figure robot dengan badan drum, bertangan potongan- potongan sepeda yang dilas pada sisi depan dan samping dan dengan kepala monitor sebagai symbol kecerdasan otak yang terbatas, tinggi skitar 2.5 meter.
Sebuah tower dengan tinggi skitar 7 meter di display tepat ditengah-tengah gedung tinggi di pusat plaza kriya. Symbol kebutuhan akan pentingnya akses informasi di jaman yang serba cyber dan serba cepat serta serba instant, nampaknya itu sebuah karya bermuatan kritik atas birokratif yang semoga dapat di mengerti oleh birokrasi.
Karya lain dengan bentuk kacamata raksasa pada sisi sebuah gedung yang bertumpuk tumpuk komposisinya, karya kain dengan bentuk sebuah gerbang denga pada kedua sisi atasnya bertulislan exit terpasang pada ruang terbuka, Ada juga karya gantung panel dengan wajah semar dengan teknik pewarnaan sungging pada sebuah sudut plaza terbuka. Nampaknya ide dan gagasan seperti ini yang sarat dengan muatan kritik ini harus terus di jaga keberklangsunganya untuk menjaga originalitas mahasiswa agar tetap menjadi mahasiswa yang berfungsi sebagai agen perubahan dari keglapan menuju cahaya pencerahan, semoga ,,,,,,…. (sumber : waancara dengan panitia)
Rabu, 29 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar