Senin, 05 April 2010

Festival Seni Kriya Nusantara SURPRISSE IV " Dimensi Kriya Kini"

SURPRISSE IV “Dimensi Kriya Kini”
21-24 April 2010, Denpasar Bali, Indonesia

“Dimensi kriya kini”
Sebuah pembacaan multidimensi atas pencapaian karya mahasiswa kriya nusantara
Oleh ; Prasetiyo yunianto



Festival Seni Kriya Nusantara “SURPRISSE” berangkat dari sebuah semangat kebersamaan yang panjang dan ketersambungan. Sebuah wadah kegiatan yang didalamnya terdapat ruang terbuka sebagai wujud representasi dari berbagai macam pencapaian estetika, baik estetika karya ataupun dalam wujud estetika gagasan dalam ranah mahasiswa seni kriya nusantara. Seiring perjalanan kegiatan “SURPRISSE”, sebagai pameran terbesar yang di garap oleh mahasiswa kriya di Indonesia, kini tengah memasuki garapan yang keempat setelah tiga kesempatan awal yang digelar dua kali di Yogyakarta ( Surprisse 1 “Tarian Jiwa” Biasa art space dan Surprisse II “Front Space” di Ruang Pamer Benteng Vredeburg dan Plaza Kriya FSR ISI Yogyakarta ) serta digelar di Surakarta (Surprisse III “Save the culture” Gallery Seni Rupa Taman Budaya Jawa Tengah dan Teater terbuka ISI Surakarta).

Pada kesempatan yang keempat kalinya ini kami mencoba merangkul kembali dua venue untuk menjadi patner presentasi karya karya mahasiswa kriya, dua tempat tersebut adalah Gallery Seni Rupa ISI Denpasar dan Dragon Ball Stage Area Denpasar Bali. Dua tempat tersebut dipilih sebagai ruang terbuka yang siap untuk menjadi jembatan representasi karya kepada audiens dan public. Pameran yang menjadi festival tahunan ini menjadi barometer perkembangan mahasiswa kriya nusantara yang paling up-date, dan dari situ dapat diapresiasi sejauh mana perkembangan dan perjalanan kreativ mahasiswa kriya dari berbagai sudut kultur yang beragam. Hal itu bukanlah isapan jempol semata, bukanlah ambisius yang berlebihan, dari beberapa pameran yang telah digelar selama ini, apresiasi audiens sangat positif, baik apresiasi kultural ataupun apresisasi pengkoleksian karya mahasiswa kriya. Hal itu terbukti dari karya karya kriya yang sould-out (terjual/terkoleksi), namun, traksaksi financial tersebut tentunya bukanlah satu satunya ukuran keberhasilan sebuah kegiatan, ada banyak hal lain yang tak kalah penting , yaitu tentang proses pembelajaran , wacana, pergerakan, baik secara individu ataupun secara komunal.

“Dimensi Kriya Kini” menjadi kristalisasi dari perjalanan pencarian tema besar yang akan digarap dalam pameran ini. Multikulturasi menjadi kacamata pembacaan atas berbagai macam dimensi karya yang ada dalam lingkaran dialektika seni kriya nusantara. Berbagai macam jenis dan dimensi karya keluaran mahasiswa ataupun karya yang dihasilkan oleh praktisi kriya professional dalam dunia seni rupa secara umum ataupun dalam skala yang lebih luas yaitu dunia seni yang tak terbatas oleh dikotomi pengkotak kotakan seni , menjadi bahasan yang intens dan mendalam. Dimensi yang beragam tersebut menjadi pilihan media bagi tiap tiap mahasiswa atau praktisi kriya professional. Zaman telah berubah dan kini dimensinyapun telah mengalami banyak perubahan, dimensi berkembang menjadi tak terbatas ruang, waktu ataupun material. Jika dulunya banyak karya karya 2 dimensi kemudian muncul gagasan karya 3 dimensi sebagai wujud transformasi pemilihan material yang lebih luas atas penafsiran karya seni kriya.

Tidak terbatas pada kedua dimensi itu, perjalan zaman juga telah membawa karya yang lebih luas pemahamanya, tidak hanya karya 2 dmensi dan karya 3 dimensi saja, tetapi kini kita tengah memasuki era zaman yang multi dimensi. Ada dimensi lain dari bagian seni kriya yang belum banyak diekspos kepada audiens, dimensi tersebut adalah karya 1 dimensi dan karya 4 dimensi yang lebih banyak mengolah ide untuk menjaga keberlangsungan kultur seni kriya yang ada di masyarakat. Dimensi tersebut menggarap persoalan persoalan teoritis dan implementasi solusi dari berbagai macam persoalan yang ada di masyarakat dalam ranah seni kriya, yaitu dalam wujud gagasan dan implementasi solusi di masyarakat. Dari hasil pembacaan berbagai macam dimensi tersebut akan dirangkum dalam sebuah konsep penyuguhan karya dalam Festival seni kriya nusantara 2010 Surprisse IV “ Dimensi Kriya Kini”.

Adapun karya yang akan dipamerkan adalah pertama karya-karya seni kriya yang berujud text/ tulisan. Artinya, materialnya adalah tulisan-tulisan karya mahasiswa kriya yang didalamnya terkandung pemikiran-pemikiran dan atau disiplin ilmu-ilmu kriya. Karya ini dapat berupa dokumentasi hasil sebuah penelitian tertentu.Dapat juga berupa tulisan tentang kritik/tinjauan seni kriya. Contoh karyanya adalah laporan penelitian mahasiswa. Karya ini ditujukan untuk mahasiswa yang lebih banyak berprosesi kreativ dengan menulis dari pada berkarya dengan objek visual

Kedua adalah karya -karya berupa karya visual konvensional datar/ 2 ( dua ) dimensi yang dapat di apresiasi dari satu tampak / sudut pandangan. Contoh karyanya adalah: Karya Panel. Ketiga adalah karya objek 3 dimensi karya yang dapat di apresiasi dari segala sudut / tampak pandangan, yaitu muka, samping, belakang, dan atau atas bawah. Contoh karya : objek 3 dimensi visual dengan display diatas pustek ataupun non pustek atau system gantung ataupun dengan system lain.

Keempat adalah karya yang dibuat /diciptakan /dikerjakan /digarap oleh lebih dari satu fihak seniman/ kriyawan. Karya ini adalah bisa berupa dokumentasi sebuah projek seni kriya, Sebuah kegiatan atau projek seni yang melibatkan lebih dari satu pihak, yang didalamnya terdapat praktik penyaluran ilmu, atau transfer ilmu, Karya ini dapat berupa dokumentasi workshop seni kriya, dapat juga berupa dokumentasi kerja pelatihan ke masyarakat, atau juga bisa projek seni individu ke sebuah lembaga lain. dapat juga berupa hasil KKN (Kuliah Kerja Nyata) dibidang pengembangan seni kriya.dan sebagainya. Karya ini ditujukan kepada mahasiswa mahasiswa yang banyak mengabdikan ilmunya kepada masyarakat dari pada ilmu untuk orientasi ekspresi individu.
Kelima adalah karya seni non konvensional. karya ini ditujukan untuk mencari peluang-peluang munculnya teknik-teknik baru, konsep-konsep baru tentang estetika, ruang untuk mahasiswa yang jenuh dengan konvensi estetika yang ada dan dipelajari saat ini . contoh karya ini adalah karya instalasi dengan merespon material yang tak terbatas pada material yang biasa digeluti di dunia akademik.
Keenam adalah karya-karya seni kriya yang orientasi kedepanya adalah pemenuhan kebutuhan pasar, contoh karya ini adalah karya – karya souvenir, t-shirt, marchandise, elemen interior, furniture, craft/kerajinan. Kusus untuk ruang ini diharapkan dapat menjadi ruang presentasi / ruang pamer untuk para mahasiswa yang sedang menjalankan PKM ( Program Kewirausahaan Mahasiswa). Dari survey yang kami lakukan di beberapa institusi seni di Indonesia, terbukti kelompok kewirausahaan yang paling banyak adalah kelompok/ bidang kriya, dana yang terkucur dari pemerintah kepada mereka sangat oksotis, mencapai ratusan juta dan mencapai hampir 1Milliar rupiah. Hal ini menjadi sangat menarik untuk dipresentasikan kepada public dan sekaligus dapat menjadi ruang promosi dari tiap tiap kelompok kewirausahaan mahasiswa kriya

Ketujuh adalah karya karya yang akan disuguhkan diharapkan adalah hasil sebuah kerja seni fashion yang lahir dari semangat zaman atas pembacaan fenomena fenomena tertentu ataupun dari ekspresi individu. Diharapkan dari sini muncul karya karya yang beragam sesuai karakter dari tiap tiap sudut budaya yang ada di Nusantara.

Kemudian ada dua isu yang coba diangkat dalam perhelatan kali ini, isu tersebut adalah pertama Nasionalisme Nusantara, yakni pembacaan atas banyaknya fenomena klaim budaya nusantara oleh oknum oknum birokrasi diluar Indonesia, hal ini menjadi sangat penting karena perlakuan perlakuan terhadap kebudayaan selama ini banyak dilihat sebelah mata, dan tentu hal ini memerlukan solusi yang dapat menguatkan kebudayaan nusantara. Kedua adalah isu tentang Kritisisme Sosial, merupakan pernyataan sikap kritis atas fenomena sosial yang terjadi di sekeliling masyarakat, kritisisme sosial yang dapat meluas subdiskripsinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar